Museum Tsunami Aceh : Mengambil Hikmah Dari Bencana

Sumber Foto: nasional.kompas.com

MEDIA BERITA UNIK – Assalamu’alaikum Wrb, Salam sejahtera bagi saudaraku sekalian. Mengenang masa lalu yang menyenangkan memang sangatlah indah, tetapi ajaran Islam mengajarkan kita untuk tidak hanya mengenang masa lalu yang menyenangkan saja! tetapi kita juga diperintahkan untuk mengenang masalu yang pahit, tentunya agar kita dapat mengambil Hikmah dan Pelajaran dari kejadian – kejadian tersebut.

Para pembaca sekalian yang budiman, masih ingatkah anda dengan peristiwa besar pada tanggal 26 Desember 2004 silam! yaitu gempa bumi Samudra Hindia 2004. Sebuah Gelombang tsunami yang puncak tertingginya mencapai 30 m (98 kaki) yang menewaskan lebih dari 230.000 orang di 14 negara, termasuk juga Indonesia. Daerah terparah di Indonesia dari Gempa bumi Samudra Hindia 2004 adalah propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Waktu berlalu begitu cepat, takterasa sudah 10 tahun lamanya peristiwa gempa bumi Samudra Hindia 2004 telah berlalu, dan menyisakan kenangan yang memilukan. Tentunya peristiwa tersebut mengandung banyak sekali Hikmah bagi kita semua. Untuk mengenang musibah tersebut Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-NIAS sengaja membangun sebuah Museum, yang diberi nama Museum Tsunami Aceh.

Sumber Foto: bacatransportasi.com

Pembangunan Museum Tsunami Aceh, bertujuan  tidak hanya menjadikan sebuah bangunan monumen semata, tetapi juga sebagai objek wisata sejarah, dimana bangunan ini menjadi tempat pusat penelitian dan pembelajaran tentang bencana tsunami sebagai simbol kekuatan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana tsunami. Menurut Eddy Purwanto sebagai Penggagas Museum Tsunami Aceh dari BRR Aceh, Museum ini dibangun dengan 3 alasan:

1. Untuk mengenang korban bencana Tsunami
2. Sebagai pusat pendidikan bagi generasi muda tentang keselamatan
3. Sebagai pusat evakuasi jika bencana tsunami “datang lagi”

Terletak di Jl. Iskandar Muda Banda Aceh, Museum tersebut merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Bila diperhatikan dari atas, museum ini merefleksikan gelombang tsunami, tapi kalo dilihat dari samping (bawah) nampak seperti kapal penyelamat dengan geladak yang luas sebagai escape building.

Sumber Foto: wisata.kompasiana.com

Filosofi dari design Museum Tsunami Aceh segagai berikut:

1. Space of Fear (Lorong Tsunami)
Begitu masuk di dalamnya, kita serasa memasuki lorong gelap gelombang tsunami dengan ketinggian 40 meter dengan efek air jatuh. Hati-hati  dengan kepala anda, siapkan topi lebar agar rambut dan baju anda tidak basah. Bagi yang takut gelap dan masih phobia dengan tsunami, tidak disarankan untuk masuk dari jalur ini. Setelah melewati tempat ini, puluhan standing screen menyajikan foto-foto pasca tsunami berupa kerusakan dan kehancuran serta kematian, yang penuh dengan gambar korban dan gambar pertolongan terhadap mereka.

Sumber Foto: medandailybisnis.com

2. Space of Memory (Ruang Kenangan)
Ruangan ini memiliki 26 monitor sebagai lambang dari kejadian tsunami yang melanda Aceh. Setiap monitor menampilkan gambar dan foto para korban dan lokasi bencana yang melanda Aceh pada saat tsunami sebanyak 40 gambar yang ditampilkan dalam bentuk slide. Gambar dan foto ini seakan mengingatkan kembali kejadian tsunami yang melanda Aceh atau disebut space of memory yang sulit di lupakan dan dapat dipetik hikmah dari kejadian tersebut. Ruang dengan dinding kaca ini memiliki filosofi keberadaan di dalam laut (gelombang tsunami). Ketika memasuki ruangan ini, pengunjung seolah-olah tengah berada di dalam laut, dilambangkan dengan dinding-dinding kaca yang menggambarkan luasnya dasar laut, monitor-monitor yang ada di dalam ruangan dilambangkan sebagai bebatuan yang ada di dalam air, dan lampu-lampu remang yang ada di atap ruangan dilambangkan sebagai cahaya dari atas permukaan air yang masuk ke dasar laut.

Sumber Foto: malesbanget.com

 
3. Space of Sorrow (Ruang Sumur Doa)
Melalui Ruang Kenangan (Memorial Hall), pengunjung akan memasuki Ruang Sumur Doa (Chamber of Blessing). Ruangan berbentuk silinder dengan cahaya remang dan ketinggian 30 meter ini memiliki kurang lebih 2.000 nama-nama koban tsunami yang tertera disetiap dindingnya. Ruangan ini difilosofikan sebagai kuburan massal tsunami dan pengunjung yang memasuki ruanga ini dianjurkan untuk mendoakan para korban menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

Sumber Foto: rancupid.blogspot.com


4. Space of Confuse (Lorong Cerobong)
Setelah Sumur Doa, pengunjung akan melewati Lorong Cerobong (Romp Cerobong) menuju Jembatan Harapan. Lorong ini didesain dengan lantai yang bekelok dan tidak rata sebagai bentuk filosofi dari kebingungan dan keputusasaan masyarakat Aceh saat didera tsunami pada tahun 2004 silam, kebingungan akan arah tujuan, kebingungan mencari sanak saudara yang hilang, dan kebingungan karena kehilangan harta dan benda, maka filosofi lorong ini disebut Space of Confuse. Lorong gelap yang membawa pengunjung menuju cahaya alami melambangkan sebuah harapan bahwa masyarakat Aceh pada saat itu masih memiki harapan dari adanya bantuan dunia untuk Aceh guna membantu memulihkan kondisi fisik dan psikologis masyarakat Aceh yang pada saat usai bencana mengalami trauma dan kehilangan yang besar.

Sumber : uleelheu.blogspot.com

5. Space of Hope (Jembatan Harapan)
Lorong cerobong membawa pengunjung ke arah Jembatan Harapan (space of hope). Disebut jembatan harapan karena melalui jembatan ini pengunjung dapat melihat 54 bendera dari 54 negara yang ikut membantu Aceh pasca tsunami, jumlah bendera sama denga jumlah batu yang tersusun di pinggiran kolam. Di setiap bendera dan batu bertuliskan kata ‘Damai’ dengan bahasa dari masing-masing negara sebagai refleksi perdamaian Aceh dari peperangan dan konflik sebelum tsunami terjadi. dunia melihat secara langsung kondisi Aceh, mendukung dan membantu perdamaian Aceh, serta turut andil dalam membangun (merekontruksi) Aceh setelah bencana terjadi.

Sumber Foto: uleelheu.blogspot.com
 
Petunjuk:

1.Museum Tsunami dibuka dari Selasa-Minggu.Mengikuti peraturan standar pelayanan museum di seluruh dunia,hari Senin tidak ada aktifitas disini

2.Tidak ada biaya masuk(Gratis)

3.Waktu Kunjungan:
        Senin dan Hari Libur Nasional TUTUP
        Selasa-Kamis  : 09.00-16.30(Istirahat 12.00-14.00)
        Jum’at           :09.00-16.30(Istirahat 11.30-14.30
        Sabtu-Minggi  :09.00-16.30(Istirahat 12.00-14.00)

4.Pada hari sekolah,pengunjung dilarang masuk mengenakan baju seragam sekolah tanpa Guru pendamping

5.Tas dan Makanan tidak diperkenankan masuk ke dalam Gedung.Tersedia tempat penitipan Tas

Sahabatku sekalian, marilah sama – sama kita renungkan peristiwa diatas, agar kita mendapatkan hikmah dan pelajaran yang berharga. Dan mari kita jadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi diri, agar kita termasuk orang – orang yang beruntung, dunia dan akhirat. Dan tentunya juga kita do’akan, semoga saudara – saudara kita yang telah meninggal dunia akibat bencana tersebut, senantiasa mendapatkan rahmat dan ridho ALLAH SWT amin yarobbal ‘alamin.
Sekian Info dari kami, semoga bermanfaat Wassalamu’alaikum Wrb.(Yudo)  

Leave a Reply