Sentuhan Cinta Kasih Sahabatku Mengajarkanku Lebih Dewasa

MEDIA BERITA UNIK – Assalamu’alaikum Wrb, Salam sejahtera buat sahabatku sekalian. Namaku Nazril Ilham, Sebagai seorang anak bungsu, sejak kecil aku selalu mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang terlalu berlebihan dari kedua orang tuaku, sehingga akupun tumbuh menjadi seorang lelaki manja, cengeng serta penakut. Ketika aku mulai beranjak dewasa, saat itu Kedua orang tuaku tak menyadari sikap mereka yang terlalu memanjakanku membuat  sifatku yang manja, cengeng serta penakut berkembang menjadi bertambah buruk, aku menjadi seorang yang egois, arogan juga sombong. yang tentunya hal tersebut sangat merugikan diriku sendiri dan orang lain. Dimasa sekolah aku bukanlah seorang siswa yang berprestasi, bahkan karna sifatku yang buruk” banyak teman – temanku yang menjauhiku, tentunya hal tersebut membuat hari – hariku tidak menyenakkan.

Aku hanya memiliki sedikit teman, diantara sedikit temanku ada satu orang sahabatku yang sangat dekat namanya Muhammad Habibi. Muhammad Habibi adalah temanku sejak kecil, ia selalu setia menemaniku bermain dan belajar. Sahabatku ini adalah seorang anak yang baik, dia seringkali menasihatiku atas perbuatan – perbuatan buruk yang aku lakukan, namun pada saat itu aku belum mengerti” bagiku nasihatnya hanyalah sebuah ejekan serta sebuah sikap yang sok tahu, dan aku tidak pernah memperdulikannya bahkan malah aku sering memarahinya dan tidak jarang pula aku mengejeknya, namaun dia tetap sahabatku yang paling setia. Pada saat itu aku mengira kesetiaan sahabatku itu adalah bentuk sikap rasa takut terhadapku, lantaran teman – temanku yang lain bersikap seperti itu, namun kami berdua tetap selalu bersama hinga sampai kuliyah.

Suatu hari aku jatuh cinta dengan seorang gadis yang cantik dia bernama Suci Mayang Sari, takku sangka sahabatku Muhammad Habibi juga jatuh hati kepadanya. Rupanya karna sahabatku Muhammad Habibi seorang yang baik dan pandai, akhirnya Suci Mayang Sari malah lebih tertarik kepadanya, hal tersebut tentunya membuatku jengkel dan bahkan aku sampai memukul dan mengancamnya. Suatu saat aku memiliki fikiran kotor, aku sengaja memfitnah sahabatku telah berbuat sesuatu yang buruk padahal akulah yang melakukannya, dengan harapan Suci Mayang Sari menjauhinya. Namun teman – teman satu kampusku tak percaya atas tuduhaku itu, justru mereka yakin akulah yang melakukannya. Hal tersebut membuatku bertambah marah aku memukuli siapa saja yang mengejekku dan akhirnya Suci malah menjauhiku, dan juga akhirnya akupun dikeluarkan dari kampus karna perbuatan buruk yang aku lakukan.

Hari – hariku bertambah buruk, ketika kedua orang tuaku dan semua saudara kandungku meninggal dunia akibat kecelakaan, kini aku hidup “sebatangkara” aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku kesulitan mendapatkan pekerjaan, aku hanya bisa menjual sisa barang – barang peninggalan kedua orang tuaku, dan kini yang tersisa hanyalah sebuah rumah kosong yang isinya penuh dengan kesedihan, tiada seorangpun tempat ku mengadu bahkan aku tak mengenal Tuhanku. Ditengah – tengah aku sedang merasakan kesedihanku tiba – tiba kulihan sahabatku Muhammad Habibi datang mengunjungiku, pada saat itu karna kecerdasannya dan ke tekunannya ia telah lulus menjadi seorang sarjana yang memiliki prestasi, dan kini kehidupannyapun sudah sangat mapan. Awalnya aku berfikir bahwa ia sengaja datang untuk mengejekku, takkukira ia datang dengan wajah berseri – seri, dengan penuh cinta kasih ia menasihatiku agar tetap bersabar menerima segala ujian yang menimpaku, dan bahkan ia juga memberiku sejumlah uang.

Aku terheran – heran dengan sikap sahabatku,
lalu aku berkata kepadanya : Buakankah aku dahulu telah berbuat buruk kepadamu? mengapa engkau tidak membalas perbuatanku

Lalu sahabatku berkata : Apakah suatu perbuatan buruk akan menghasilkan suatu kebaikan, aku jawab : Tidak

Lalu ia berkata : Maka aku tidak akan berbuat buruk kepadamu, kemarilah! “peluklah diriku”.

Lalu aku memeluknya dengan erat hingga taksadar air mata membasahi pipiku, Kini aku sadar dan menyesali semua perbuatan burukku. Lalu sahabatku dengan penuh kelembutan mengajariku cara untuk menghadapi hari – hari kedepan yang lebih baik, lalu aku menjual rumah peninggalan kedua orang tuaku, lalu uang hasil penjualan rumah kujadikan modal berwira usaha dan sementara itu aku tinggal dirumah sahabatku tercinta. Aku diajarkan supaya banyak bersyukur walau sebarapapun hasil yang kuterima, Akhirnya sedikit demi sedikit hidupku berubah menjadi lebih baik, bahkan ia sengaja membantuku agar dekat denga cinta pertamaku yaitu Suci Mayang Sari, Hingga akhirnya kamipun menikah dan hidup bahagia.

Sahabatku! dimanapun kini engkau berada, sungguh aku tidak akan mampu membalas jasa – jasamu, engkau telah mengajarkanku menjadi seorang pria dewasa dan ekau telah menuntunku kejalan yang benar sehingga aku mampu menghadapi dunia. Sahabatku yang paling setia dimanapun kini engkau berada! kudoakan semoga engkau selamat dan bahagia dan senantiasa dalam perlindungan Tuhan semesta alam. Kini aku bertekat akan membaktikan sisa hidupku untuk bebuat baik kepada orang lain walaupun mereka membalasku dengan keburukan, karnaku yakin setiap kebaikan akan selau mengahasilkan kebaikan. Sekian! Wassalamu’alaikum Wrb.
    

Leave a Reply